<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Air Nona Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<atom:link href="https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/air-nona/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/air-nona/</link>
	<description>Welcome to East Nusa Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 11:28:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/10/cropped-fc1-100x75.png</url>
	<title>Air Nona Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/air-nona/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rumah Tua di Airnona dan Jejak Merah Putih Pertama di NTT</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/36884/rumah-tua-di-airnona-dan-jejak-merah-putih-pertama-di-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 11:28:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Air Nona]]></category>
		<category><![CDATA[Anderson]]></category>
		<category><![CDATA[Merah putih]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tua]]></category>
		<category><![CDATA[VOC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=36884</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8212;- Di...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/36884/rumah-tua-di-airnona-dan-jejak-merah-putih-pertama-di-ntt/">Rumah Tua di Airnona dan Jejak Merah Putih Pertama di NTT</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212;- Di tengah perubahan wajah Kota Kupang yang kian modern, sebuah rumah tua di Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, tetap berdiri dengan sunyi.</p>
<p>Bangunan seluas sekitar 100 meter persegi itu tak sekadar menyimpan dinding rapuh dan kayu lapuk, melainkan jejak panjang sejarah kolonial hingga momen awal kemerdekaan Indonesia di Nusa Tenggara Timur (NTT).Di tempat inilah, menurut penuturan keluarga pewaris, Bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan di tanah NTT.</p>
<p>Rumah tersebut diyakini merupakan bekas kantor residentie distrik pada masa kolonial Belanda, yang kemudian juga digunakan pada masa pendudukan Jepang.</p>
<p>Pemilik rumah saat ini, Anderson Derek Riwu, cucu dari Deni Alfred Riwu, menuturkan, bangunan itu merupakan bagian penting dari sejarah lokal yang belum banyak dicatat secara resmi.</p>
<p>“Cerita orang tua saya yang sudah almarhum menyebutkan, kemungkinan ada lorong bawah tanah dari rumah ini yang tembus sampai ke kali, jaraknya puluhan meter,” kata Anderson saat ditemui tim pendata objek sejarah dan budaya, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, rumah itu dulunya dihuni pejabat Belanda dan menyimpan berbagai peninggalan penting.</p>
<p>Keberadaan lorong bawah tanah tersebut, kata Anderson, membuka kemungkinan masih tersimpannya benda-benda peninggalan Belanda maupun Jepang. Kisah-kisah yang hidup dalam ingatan keluarga turut memperkuat aura historis rumah tua itu.</p>
<p>“Sering kali kalau ada orang baru menginap di sini, mereka mendengar bunyi sepatu seperti pasukan yang sedang berbaris,” ujarnya.</p>
<p>Bagi keluarga, suara-suara itu bukan semata cerita mistis, melainkan gema aktivitas masa lalu dari ruang yang pernah menjadi pusat kekuasaan kolonial.</p>
<p>Anderson mengungkapkan, dahulu banyak barang peninggalan kakeknya tersimpan di dalam rumah. Namun, sebagian besar hilang karena rumah sempat dimasuki orang tak dikenal saat keluarga tidak berada di tempat.</p>
<p>Meski demikian, hingga kini masih tersisa sejumlah benda lama, antara lain peti besi dan beberapa buku kesehatan berbahasa Belanda yang masih disimpan di dalam rumah.</p>
<p>Secara fisik, rumah tua di Airnona itu menunjukkan tanda-tanda kelelahan usia. Atap seng bergelombang tampak kusam, dinding tebalnya mengelupas, dan bagian bawah bangunan memperlihatkan bekas rembesan air serta pengikisan tanah. Pintu kayu tua dengan kaca buram terbuka ke dalam ruangan yang redup, dipenuhi tumpukan barang lama, peti, timbangan usang, perabot kayu, dan lemari besar yang warnanya telah pudar.</p>
<p>Ventilasi kecil di bagian atas dinding menjadi satu-satunya jalur cahaya, menciptakan bayang-bayang panjang yang mempertegas kesan waktu yang seolah membeku.</p>
<p>Di tengah kondisi itu, Anderson menyampaikan harapan sekaligus kegelisahan.</p>
<p>“Kalau pemerintah berniat menjadikan rumah ini sebagai rumah sejarah dan situs budaya, silakan. Tapi kalau tidak ada perhatian, saya terpaksa menggusurnya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan kesiapan keluarga untuk proaktif membantu pemerintah daerah apabila lokasi tersebut ditata dan dikembangkan sebagai situs budaya dan ruang edukasi publik.</p>
<p>Menurutnya, jika dikelola dengan baik, rumah bersejarah ini berpotensi menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda.</p>
<p>Dukungan juga datang dari Lurah Airnona, Jean V. C. Ratu, ST. Ia meminta agar bekas rumah peninggalan Belanda tersebut segera dicatat dan ditetapkan sebagai situs budaya.</p>
<p>“Ini bagian dari identitas sejarah Kota Kupang yang tidak boleh hilang,” ujarnya.</p>
<p>Kawasan Airnona sendiri kini telah banyak berubah seiring perkembangan kota. Namun, sejumlah elemen lama, termasuk bangunan kolonial dan kolam tua, masih bertahan sebagai saksi bisu perjalanan sejarah.</p>
<p>Belanda mulai menanamkan kekuasaannya secara intensif di Kupang sejak 1653, ketika VOC di bawah pimpinan Kapten Johan Burger merebut wilayah ini dari Portugis.<br />
Sejak saat itu, Kupang menjadi salah satu titik strategis kolonial di kawasan timur Nusantara.</p>
<p>Rumah tua di Airnona bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang ingatan kolektif tentang penjajahan, perlawanan, dan lahirnya semangat kebangsaan.</p>
<p>Ketika Merah Putih pertama kali berkibar di tanah NTT, sejarah seolah berlabuh di tempat ini. Kini, rumah itu menunggu keputusan: dirawat sebagai warisan budaya bangsa atau perlahan hilang bersama runtuhnya dinding-dinding tua yang menyimpan kisah besar perjalanan Indonesia di timur Nusantara.<br />
(goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/36884/rumah-tua-di-airnona-dan-jejak-merah-putih-pertama-di-ntt/">Rumah Tua di Airnona dan Jejak Merah Putih Pertama di NTT</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Air Nona, Segera Punya Kantor Lurah Yang Representatif</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/34673/warga-air-nona-segera-punya-kantor-lurah-yang-representatif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 23:22:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Air Nona]]></category>
		<category><![CDATA[Chris Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung kantor lurah]]></category>
		<category><![CDATA[lama dinantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peletakan batu pertama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=34673</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8211;&#8212; Wali...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/34673/warga-air-nona-segera-punya-kantor-lurah-yang-representatif/">Warga Air Nona, Segera Punya Kantor Lurah Yang Representatif</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8211;</strong>&#8212; Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor Lurah Airnona, Rabu (23/7).</p>
<p>Acara tersebut digelar di lokasi pembangunan kantor yang baru dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta perwakilan masyarakat setempat.</p>
<p>Dengan dimulainya pembangunan kantor Lurah yang baru ini, warga Air Nona sebentar lagi punya kantor Lurah yang representatif.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan, peletakan batu pertama ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi simbol dimulainya pembangunan pelayanan publik yang lebih baik, tangguh, dan dekat dengan masyarakat.</p>
<p>“Peletakan batu pertama hari ini bukan sekadar meletakkan batu. Ini adalah simbol bahwa kita meletakkan fondasi pelayanan-pelayanan yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih dekat kepada masyarakat,” tegasnya.<br />
Wali Kota menekankan pentingnya kantor kelurahan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada warga.</p>
<p>Menurutnya, kantor kelurahan merupakan pintu utama bagi masyarakat dalam mengakses berbagai bentuk pelayanan publik, mulai dari pengurusan bantuan sosial hingga surat keterangan tidak mampu.</p>
<p>“Kelurahan adalah pintu awal semua pelayanan. Ini adalah bentuk pelayanan terdepan Pemerintah Kota Kupang kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Wali Kota juga mengungkapkan, pembangunan Kantor Lurah Airnona sempat terancam batal akibat pemangkasan anggaran tahun 2025.</p>
<p>Namun, ia bersama Wakil Wali Kota berkomitmen untuk tetap merealisasikan pembangunan dengan melakukan berbagai efisiensi anggaran, termasuk pemotongan biaya perjalanan dinas hingga keputusan untuk tidak membeli kendaraan dinas baru.</p>
<p>“Kami berdua akhirnya berkorban. Uang perjalanan dinas dipotong hingga 50 persen. Mobil dinas pun kami pakai yang lama. Semua itu agar kantor ini bisa terbangun,” jelasnya.</p>
<p>Mengakhiri sambutannya, Wali Kota berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Airnona, baik saat ini maupun di masa mendatang.<br />
“Orang datang ke kantor lurah membawa harapan, dan mereka harus pulang membawa solusi. Maka dari itu, mari kita hadirkan kantor ini dengan penuh cinta dan tanggung jawab,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Gedung kantor Lurah dibangun 2 lantai.</strong><br />
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maxi Dethan, melaporkan, kantor tersebut dibangun di atas lahan seluas 250 m², dengan total luas bangunan 322 m² karena terdiri dari dua lantai.</p>
<p>Proyek senilai Rp1,372 miliar tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 dan akan dilaksanakan selama lima bulan ke depan oleh CV. Yudha Indoselaras.<br />
Ketua RT 05 Kelurahan Airnona, Jonatan Dato, yang hadir mewakili warga, menyampaikan rasa syukur dan haru atas dimulainya pembangunan tersebut, yang menurutnya telah lama dinantikan.</p>
<p>“Perjuangan kami luar biasa. Tapi kehadiran Wali Kota hari ini menjadi momen bersejarah. Ini jawaban atas doa kami yang sudah sangat lama,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga memastikan, seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, karang taruna, hingga RT/RW, akan mendukung penuh proses pembangunan dan menjaga hasilnya secara bersama. (PKP kk).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/34673/warga-air-nona-segera-punya-kantor-lurah-yang-representatif/">Warga Air Nona, Segera Punya Kantor Lurah Yang Representatif</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
