Jefri:”GKH,  Gelorakan Semangat Masyarakat Jaga Lingkungan”

0 98

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Gerakan Kupang Hijau (GKH) telah diluncurkan pada Sabtu (11/7/20) dan diharapkan akan terus berlanjut ke depan karena dimotori tim Delapan yang dibentuk Wali Kota Kupang dan dikoordinir PLT Dirut Bank NTT.peluncuran Program ini ditandai dengan aksi Penanaman 2.000 pohon di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, tepatnya di lokasi Jembatan Petuk II.

Menuju Lokasi Penanaman pohon dengan Gowes bersama.

Acara tersebut dimulai dengan gowes sepeda bersama yang dimulai dari depan Kantor BI Perwakilan NTT dan finish di Jembatan Petuk II.

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH,

“GKH adalah satu gerakan mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Gerakan ini mencakup tiga tujuan utama, yakni menghindari sampah plastik, menanam air dan menanam pohon. Melalui tim kecil yang berjumlah delapan orang ini kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menghijaukan kota ini,” ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

 

Mantan anggota DPR RI dua periode ini menambahkan,  GKH merupakan jabaran visi-misi menjadikan kota ini layak di masa kepemimpinan dirinya bersama Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man. “Menanam pohon ini tidak sekedar menghijaukan kota kita, tapi investasi berharga untuk masa depan terutama untuk anak-cucu kita kelak,” tegasnya.

 

Ketua Tim GKH Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan gerakan hari ini dipadukan dengan peringatan HUT Bank Indonesia ke-67 dan HUT Bank NTT ke-58.

Plt. Dirut Bank NTT ini menambahkan Wali Kota Kupang telah memberikan tanggung jawab kepada dirinya bersama tim dengan tiga program utama yakni mengurangi sampah plastik, menanam air dan menanam pohon. “ Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih bagi semua pihak yang telah memberikan sumbangan untuk mendukung Gerakan Kupang Hijau. Tercatat kurang lebih 70-an sponsor telah berpartisipasi mendukung program ini”, ujarnya.

Aksi GKH dengan gowes dan tanam pohon bersama ini disambut antusias oleh segenap warga Kota Kupang sejak titik star hingga lokasi penanaman pohon. (PKP/sintus)