Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

DBD, Tanggung Jawab Bersama

Penjabat Sekda Kota Kupang Elvianus Wairata didampingi Kabag Humas dan Informasi Ernest Ludji dalam Ketrangan Pers Jumat (13/3/20) di Lntai II Kantor Walikota Kupang

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Pemerintah Kota Kupang harus mengambil langkah mengatasi penyakit DBD yang jumlahnya sudah mencapai 281 kasus, dengan empat kematian pada 4 Maret 2020. Pemerintah tidak bisa  sendiri tetapi harus bersama seluruh komponen masyarakat.

Dalam Ketrangan Pers yang digelar Pemerintah Kota Kupang Jumat, (13/3/20) di lantai II Kantor walikota Kupang Penjabat Sekda Kota Kupang Elvianus Wiarata mengatakan, masyarakat perlu melakukan pencegahan DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan.

“Sebelum konferensi pers pagi tadi seluruh jajaran pemerintah Kota Kupang telah melaksanakan kerja bakti di kantor dan wilayah kerja masing-masing. Masyarakat kita harapkan seperti itu juga”, kata Wairata.

Ia mengatakan kerja bakti ini dilakukan berdasarkan arahan Wali Kota Kupang untuk melaksanakan gerakan massal membersihkan lingkungan dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, sekolah, puskesmas dan ASN di lingkup pemerintah Kota Kupang.

Gerakan ini untuk mengantisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kasusnya cukup banyak di NTT khususnya di Kota Kupang.

“Harapan kita kerja bakti ini dapat menjadi budaya masyarakat untuk membersihkan lingkungannya sendiri,” katanya.

Pria asal Ambon ini minta para lurah di kota Kupang, aktif dalam membersihkan lingkungan tempat ia bekerja.

“Seorang lurah yangg hebat sebenarnya dia (lurah) menguasai, mengendalikan unsur penyelengaraan yang ada di kelurahaanya. Tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM kalau dia pegang semua itu maka bisa menjadi smart kelurahan”, katanya.

“Kalau lurah tidak aktif dalam melakukan pembersihan lingkungan maka akan dievaluasi bersama Pak Walikota”, tegasnya.

Menurut dia,  nyamuk DBD yang hidup pada genangan air dapat dibasmi dengan cara mengubur sampah seperti kaleng-kaleng bekas yang menjadi tempat penampungan air dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri tanpa harus dipaksakan. Saat ini proses foging massal juga sudah dilakukan untuk seluruh daerah yang dianggap endemik.

Dia berharap ada peran puskesmas dalam melakukan sosialisasi cara mencuci tangan yang benar demi menghindari bakteri dan virus yang dapat menimbulkan penyakit dan juga penyuluhan mengenai upaya mengantisipasi DBD.

“Gerakan memberantas DBD bukan saja gerakan pemerintah Kota Kupang, tetapi gerakan semua orang. Dibutuhkan kesadaran bersama”,tandasnya. (jk)

  • Bagikan