Bruder Bernardo, Misionarist Asal Timor Yang Siap Bela Orang Indonesia di Mozambique

  • Bagikan

 

Dubes Mozambique Tito do Santos dan istri bersama P. Lorens Luli Yan Huler dan Br. Bernardo pada acara penyerahan penghargaan beberapa Minggu, (22/12/2019)

MOZAMBIQUE, FLOBAMORA-SPOT.COM – Adalah Bruder (Br) Bernardo Fernandes seorang Misionarist Ordo Societas Verbi  Divini (SVD) asal Timor. Saat ini dia bekerja di Mozambique (Afrika) sebagai misionarist dengan berbagai tugas baik sebagai Anggota SVD (Serikat Sabda Allah) yang mengedepankan Misi Katolik juga sebagai pekerja social di berbagai bidang kehidupan.

Br. Fernando siap membela hak-hak orang Indonesia di Mozambique.

Kerja kerasnya dihargai oleh Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Maputo, Mozambique.

“Saya tidak mengharapkan itu dalam misi dan karya saya, namun orang lain dalam hal ini pemerintah Indonesia melihat bahwa itu bagian dari Misi social. Saya tidak melihat dari aspek pastoral tapi dari sisi social, sisi kemanusiaan”, kata Br. Bernardo Fernandez dari balik telepon dalam wawancara Internasional dengan Radio Tirilolok Selasa, (24/12).

Menurut dia, sejak 3 tahun lalu ia bekerja membantu orang-orang Indonesia yang menghadapi masalah hukum.

“Pertama masalah gading yang mau dibawa keluar oleh orang Indonesia, karena gading di sini (Mozambique) dilarang untuk dibawa keluar. Dia ditahan di bandara lalu Kedutaan Besar jauh dari kami lalu mereka menghubungi kami untuk menangani. Dan saya tidak sekedar menangani tetapi saya menjadi penerjemah ketika dalam sidang kasus itu. Sampai 3 tahun proses kasus itu dan diputuskan penjara 3 bulan, lalu saya berusaha dan berjuang untuk membebaskan dia pada bulan Maret 2019, dia masuk sejak April 2017”, kisah Bernardo.

Ia menambahkan, kasus lainnya yakni WNI yang meninggal karena sakit di Mozambique yang sulit dikirim kembali ke Indonesia, namun lewat perjuangannya dan konfrater (P. Lorens Luli Yan Huler, SVD) membantu mencarikan solusi sehingga jasad orang yang meninggal bisa dikirim ke Indonesia.

“Selain itu juga karena mereka kesulitan visa, pasport, mereka mengontak ke kami dan kami urus sampai selesai. Ada yang denda sampai 3.000 – 4.000 dollar, kami berusaha mendekati Kepala Imigrasi untuk meringankan mereka. Tidak hanya itu ada juga masalah pribadi antara laki-laki dan perempuan (terutama mereka yang hidupnya seumur di laut) mereka dituntut untuk masuk penjara tetapi kami yang bekerja di darat yang mengerti aturan berupaya membantu mereka”, ujarnya.

Kunjungan Kedubes Indonesia untuk Mozambique menjadi langkah awal pemberian Penghargaan kepada  Bruder Bernardo dan konfrater SVD, dimana mereka diminta KBRI untuk mendata seluruh kasus untuk selanjutnya dikirim ke KBRI dan diteruskan ke kementrian Luar negri Indonesia.

“Dari itu Kedubes meminta ijinan ke kementrian Luar negri untuk memberikan penghargaan. Dan dalam sambutannya ketika menyerahkan penghargaan Pak Dubes (Tito Do Santos Baptista) menyampaikan terimakasih atas upaya SVD yang berkarya di Mozambique, karena ini baru pertama terjadi dimana kami bisa membebaskan beberapa orang Indonesia dari jeratan hukum”, urainya.

Br. Bernardo dan P. Lorens menyambut gembira penghargaan yang langsung diserahkan oleh Dubes RI untuk Mozambique, disaksikan orang-orang Indonesia lainnya.

“Juga dihadiri oleh Istri dubes Lidya Grace dan para staf, serta Pastor, Bruder SVD dan Suster-suster serta  seluruh warga Indonesia di Maputo, pusat Pemerintahan dimana KBRI berada”, pungkasnya.

  • Bagikan