Pencanangan Populasi Masih jadi Fokus Kementan

  • Bagikan

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – “Program Pencanangan Populasi tahun 2019 masih menjadi focus utama bagi jajaran Dirjen Pertanian dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian dengan melakukan pencanangan upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting”.

Bupati Kupang Korinus Masneno saat menerima Dirjen Peternakan dan Kesehatan hewan Kementrian Pertanian dan Rombongan dengan mengalungkan Selendang pada Jumat, (13/12) di Kelurahan oesao Kabupaten Kupang.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, membacakan sambutan Metri Pertanian RI pada Panen Pedet terintegrasi di kelurahan Oesao Kabupaten Kupang Provinsi NTT, Jumat, (13/12).

Ia menjelaskan, Pelaksanaan Kegiatan Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yang pendekatannya lebih banyak mengandalkan peran serta masyarakat, harus memastikan sapi / kerbau betina dewasa sebagai Akseptor. Untuk kebuntingan, Program Upsus Siwab adalah langkah nyata Pemeritnah untuk mengakselerasi percepatan Pembangunan peternakan di Indonesia.

“Program yang kita lakukan adalah langkah nyata percepatan target pembangunan populasi sapi / kebau salah satu caranya adalah mengoptimlakan sumber daya dalam negri untuk mencapai kebuntingan 2, 1 juta ekor dari 3 juta akseptor yang kita rencanakan”, jelas Diamita.

Berkaca dari program Upsus Siwab yang sudah mulai terlaksana sejak 2014 dan berlanjut sampai saat ini masih perlu dilakukan perbaikan-perbaikan guna mencapai target yang sudah ditetapkan yaitu terjadinya kebuntingan dan kelahiran ternak.

“Berdasarkan realisasi Upsus Siwab tahun 2018 sampai hari ini sebanyak 3. 980. 661 ekor atau 132, 92 persen dari target 3 juta yang kita tetapkan, kebuntingan kita adalah 2. 021. 108 ekor atau 97,67 persen dan target 2, 1 juta ekor serta kelahiran sebanyak 1. 832, 762 ekor atau 109 persen”, urainya.

Sedangkan untuk tahun 2019 dari Januari sampai Desember 2019 capaiannya 4. 287.113 ekor total akseptor sebanyak 3.482.796 ekor 116 , 09 persen dari target akseptor 3 juta, karena bunting kumulatif semuanya adalah 2. 236. 447 ekor atau 106 persen dari target bunting 2, 1 ekor sehingga dengan demikian kelahiran komulatif sebanyak 1.907.452 ekor atau 119, 24 persen dari target 1. 000. 687 ekor.

Untuk Provinsi NTT sampai dengan Desember 2019 capaian layanan IB adalah 7.064 ekor arau 58 , 87 persen dari target 12.000 ekor dan capaian 6. 829 ekor atau 81, 03 persen dari target 8.400 ekor serta kelahiran sebanyak 9. 767 ekor atau 140 persen dari target 6. 000. 720 ekor.

“Jika dihitung analisa ekonomi hasil yang dicapai pada program Upsus Siwab ini, selama kurun waktu 2017 – 2018 melalui anggaran 1, 11 trilyun dengan jumlah kelahiran 1 januari 2017 sampai dengan Desember 2018 ada kelahiran anak sapi sebanyak 2.744.902 ekor dengan harga anak sapi rata-rata 8 juta perekor maka program UpsusSiwab telah menghasilkan 21. 951. 216.000.000”, jelasnya.

Sekda NTT Ben Polomaing mengatakan, NTT memiliki musim panas yang panjang, namun memiliki komoditas dan keunggulan dari sisi komparatif.

“Kita memiliki kopi yang sudah dieksport kel luar negri”, ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sedang mengembangkan program Kelor sebagai komoditas yang mempunyai nilai manfaat yang besar baik untuk gizi maupun sisi ekonomi keluarga.

“Pemerintah saat ini mendorong pengembangan Kelor serta komoditas lain”, katanya.

Bupati Kupang Korinus Masneno dalam skapur sirihnya menyampaikan, penduduk kabuapten Kupang mencapai 380.000 jiwa lebih dengan komposisi penduduk yang bertani 119.000, dengan luas lahan pertanian 141.000 lebih HA.

“Ini merupakan sebuah potensi dan tantangan pemerintah daerah untuk menghadirkan program pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat petani.

“Kami mengharapkan campur tangan Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah ini”, imbaunya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Kupang saat ini sedang mendorong program Revolusi 5P (Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pariwisata).

Hadir pada kesempatan itu selain Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan hadir pula Dirjen Perkebunan, dirjen Tanaman Pangan, Kaban Karantina Pertanian, Kaban Litbang, Staf Khusus Mentan dan berbagai unsur lainnya dari Pusat. (sintus).

 

  • Bagikan