Hampir Satu Abad Hadir, Seminari Todabelu Hasilkan Imam dan Awam Berkwalitas

  • Bagikan


Wakil Gubernur NTT Yosep Nae Soi (kaca mata hitam) bersama para pejabat penting dan para Imam yang mendidik para Seminast saat mengikuti acara perayaan 90 tahun hadirnya Seminari Todabelu ngada Minggu (15/9). Seminari ini telah melahirkan banyak pemimpin.

NGADA, flobamora-spot.com – Seminari Menengah St. Yohanes Berkmans Todabelu Mataloko Bajawa, kabupaten Ngada, provinsi Busa Tenggara Timur Minggu (25/9/2019) merayakan 90 tahun atau hampir satu abad kehadirannya di bumi Flores.



“Inilah Seminari Menengah tertua yang ada di Nusa Tenggara yang telah berusia hampir satu abad dan telah menghasilkan ribuan alumni baik Uskup, Pastor dan kaum awam yang menggeluti berbagai profesi dan bekerja baik di dalam mapun luar negeri”, kata Wakil Gubernur NTT, Yoseph Adrianus Nae Soi dalam sambutannya pada peringatan 90 tahun lahirnya Seminari Todabelu Minggu, sebagaimana ditulis Karo Humas dan Protokol provinsi NTT Dr Jelamu Ardu Marius, M.Si di Akun fb @marius jelamu.

Misi Katolik di pulau Flores sejak berabad abad lamanya memberikan perhatian yang penuh terhadap perubahan peradaban melalui Pembangunan Sekolah-sekolah Swasta ( Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi), Pembangunan Rumah-rumah Sakit Swasta, Panti Asuhan, Sekolah Perbengkelan, Kursus-kursus Ketrampilan Menjahit/Memasak bagi perempuan yg sering disebut Sekolah Ketrampilan Perempuan.

“Para Misionaris Eropa juga mengajarkan ketrampilan2 di bidang pertanian, peternakan, perkebunan dsb. Di antara Misionaris itu terdapat bnyk ahli bahasa, ahli filsafat, ahli antropologi dan sosiologi yg dalam pustaka ilmu pengetahuan lahir sejumlah tokoh seperti Antropolog Pater Paul Arndt SVD, ahli bahasa Pater Verheijen SVD dg kamus2nya yg terkenal dan masih banyak lagi”, rilis Marius lagi.

Menurut Nae Soi, Dengan sistem pendidikan Eropa yang sangat disiplin dan ketat didirikanlah Seminari2 Menengah ( Tempat Pendidikan Calon Imam Katolik) di sepanjang daratan Flores antara lain yang tertua Seminari St.Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko Bajawa Ngada(90 tahun), Seminari Pius XII Kisol di Manggarai Timur ( 60 tahun), Seminari Hokeng di Larantuka Flores Timur.

“Di Maumere ada 2 Seminari Tinggi, Seminari Tinggi Ledalero yg didirikan sejak tahun 1937, Seminari Tinggi Ritapiret ( sekitar 1955). Di kemudian hari di Maumere juga didirikan Seminari Menengah. Di Atambua ( Timor) Seminari Lalian dan kemudian seterusnya di Kupang didirikan Seminari Menengah St Raphael dan Seminari Tinggi St. Mikhail. Selain Seminari2 ini dg sistem pendidikan yg tersistem secara baik didirikan juga Sekolah2 Swasta dg sistem pendidikan yg hampir sama. Seminari2 dg sistem Asrama dengan tata aturan yg ketat, dan disiplin ini di kemudian hari menghasilkan Alumni yg mumpuni dg kualitas yang tidak diragukan dan berkarya dalam berbagai bidang baik bekerja dalam negeri maupun luar negeri. Patut dicatat Alumni yg menjadi Menteri, Diplomat, Duta Besar, Ahli Hukum, Ahli2 Bahasa, Ahli Sosiologi, Ahli Filsafat, Ahli Pendidikan, Ahli Antropologi, Wartawan2 terkenal baik yg bekerja di Media Cetak maupun Elektronik sebagian besarnya lahir dari Sekolah Seminari”, urainya.

Rm Beny (jubah putih) bersama dua rekannya salah satunya Dr. Marius Karo Humss dan Protokol setda NTT

Menurut Dr. Marius Pada momentum tersebut ia bertemu teman kelas sewaktu di Seminari Tinggi Ritapiret Maumere dan bersama-sama mengenyam Pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero. Sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi di Bidang Filsafat dengan orang-orangnya yang kadang berpenampilan ” Seram” dan Serius dengan dahi mengerenyit ketika mulai berdiskusi tentang Filsafat.

” Orang2 yg dulu “serem” ini begitu tertawa lepas ketika bertemu dengan profesinya masing-masing. Romo Benediktus Lalo ( berjubah putih seorang MC yg handal ketika bersama- sama mengenyam Pendidikan Filsafat dan Teologi. Sudah 21 tahun lamanya Romo Beni (demikian panggilannya) menjadi Staf Pengajar sekaligus Bapa Asrama di Seminari St.Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko. Romo Daniel Aka dan Romo Yosef Liwu ( berpakaian biasa) adalah Pastor Paroki dg segudang pengalaman. Kedua romo ( Daniel dan Yosef) membagi kesannya utk kita di Radio Tirilolok Suara Verbum”, sebutnya.

  • Bagikan