Pemkot Kupang Salurkan Bantuan Seragam Bagi 58 Ribu Lebih Siswa

  • Bagikan


Kupang, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore menyalurkan bantuan Pakaian seragam kepada 58 ribu lebih siswa TK, SD dan SMP baik swasta maupun negri di Kota Kupang.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolik kepada 15 orang siswa, selanjutnya pembagian dilakukan di sekolah masing-masing oleh Wali Kelas.
Dalam sambutannya Walikota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore, MM. MH menandaskan, sebelum sampai pada penyaluran seragam, Pemerintah harus melewati perjuangan berat untuk mendapatkan simpati dari anggota DPRD Kota Kupang.
“Program ini mendapat tantangan berat dari teman-teman dewan. Mereka bilang jangan pikir orangtua tidak mampu beli seragam”, kata Jefri dalam sambutannya saat menyerahkan bantuan seragam Sekolah di Halaman depan Kantor Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Kupang, Rabu (19/6).
Menurut dia, Program Bantuan Seragam Sekolah tersebut merupakan upaya meringankan biaya bagi orangtua yang kebanyakan tidak mampu menyiapkan seragam lebih dari 1 pasang bagi anak-anaknya.
“Ada anak yang pagi hari pakai seragam, sore cuci untuk dipakai lagi besok, Kasihan juga”, ungkap suami Hilda Riwu Kore – Manafe itu.
Menurut Mantan anggota DPR RI ini, program tersebut terlihat sepeleh namun sangat berarti bagi keluarga yang tidak mampu.
Lebih jauh ia mejelaskan, tahun depan Pemerintah akan memberikan bantuan uang kuliah tidak hanya kepada anak-anak dari keluarga non ASN, karena ASN yang penghasilannya masih di bawah 5 juta sulit menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan tinggi.
“Jadi ASN yang gaji di bawah 5 juta nanti dapat juga bantuan ini, karena mereka juga setengah mati sekolahkan anak”, jelasnya.
Minggus Lay, wakil orangtua penerima bantuan Seragam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang meluncurkan program tersebut. Menurut dia, program bantuan seragam sekolah sangat menyentuh.
“Saya berharap, program ini berlanjut terus di tahun-tahun mendatang”, ujarnya Lay.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang filmon Lulupoi mengatakan, yang menerima pakaian seragam yakni anak-anak yang saat ini naik ke kelas berikutnya sementara yang baru masuk belum bisa mendapat bantuan.
“Kami harus buru sebelum tahun ajaran baru nanti sudah ada siswa kelas I yang baru kami dikomplain lagi”, tegas Filmon.
Ia meminta, jika ada seragam yang sesak bisa dikembalikan untuk diganti dengan yang baru.
“Jangan khawatir kalo sesak ya bapa ibu. kembalikan ke Sekolah untuk selanjutnya diserahkan ke dinas untuk diganti”, ungkap Suami Ani Lulupoi itu.

  • Bagikan