Gubernur NTT: Ayo Bangkit Dari Kemalasan

0 95

Amarasi, flobamora-spot.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat, Minggu (21/4/2019) berkunjung ke Amarasi tepatnya di gereja Lahairoi, Tubu, desa Tesbatan Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 Di Gereja ini Gubernur Viktor Menghadiri Ibadah Minggu Paskah bersama Jemaat didampingi Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Kupang, Rektor Universitas Nusa Cendana, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Nusa Tenggara Timur dan Pendeta gereja setempat.

Karo Humas dan Protokol Setda NTT Dr. Jelamu Ardu Marius dalam dalam live report kepada Rdio Tirilolok dan Akun FB @marius jelamu melaporkan, setelah mengikuti kebaktian, Gubernur Viktor  meletakkan batu pertama Pembangunan gereja Lahairoi Tubu dan memimpin penanaman kelor di kebun gereja lahairoi Tubu.

Dalam sambutannya, Gubernur Viktor mendorong masyarakat desa Tesbatan untuk menanam kelor sebanyak mungkin, memelihara  ternak, mengembangkan ekonomi kreatif dan semua potensi ekonomi yang ada.

“saya selalu mendorong orang-orang Nusa Tenggara Timur untuk menanam kelor, memelihara sapi, mengembangkan pertanian baik lahan kering maupun basah. Hari ini kita merayakan Paskah, hari kebangkitan Yesus Kristus Tuhan kita dari Kematiannya. Ayo kita semua harus bangkit dari kemalasan, keluar dari kemiskinan, bangkit dari ketidaktahuan dan seterusnya. Mari kita mengubah diri kita menjadi lebih baik, lebih diberdayakan, mengejar dan seterusnya. Mari kita bekerja keras dengan disiplin, gunakan waktu anda untuk mengembangkan diri anda dan mendidik anak-anak anda. Kami berlari bersama setelah kemajuan, mengejar perubahan di berbagai bidang “, tulis Dr. Marius dalam akun FB.

Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan, Kabupaten Kupang telah menyusun desain penanaman kelor di area seluas 100 ha.

“Bapak Gubernur Kami berencana menanam kelor di lahan seluas 100 hektar. Kita bahu – membahu dengan masyarakat “, kata Masneno.

Haider, Ketua Remaja  Masjid Desa Tesbaan mengatakan, ia dan keluarga besar sudah berada di Tesbatan sejak 24 tahun lalu dan membaur dengan masyarakat Amarasi Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Bagaimana Toleransi kehdiupan Umat beragama di sini ? “Alhamdulilah toleransi antar umat beragama di Tesbatan yang saya rasakan ya seperti ini. Seperti yang bapa dong rasakan. Kotong begini su. Acara untuk kotong ju Pemuda gereja terlibat, acara di gereja juga kotong terlibat”, ungkap Haider.

Lebih jauht Haider mengatakan,  sebagai Petani, ia siap mendukung program Pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Kupang sebagai  gudang ternak seperti dulu. “Juga siap menanam Kelor bersama masyarakat Kabupaten Kupang”, ungkapnya.

Mengenai kehadiran Remaja Masjid dalam acara peletakan batu pertama Gereja Lahairoi Tubu Tesbatan Haider mengatakan, Remaja Masjid hadir dengan penampilan music Kasida untuk memberikan warna bagi  kehidupan social keagamaan di Amarasi.

Karo Humas dan Protokol Setda NTT Dr. Jelamu Ardu Marius menjelaskan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Gubernur selalu mengajak masyarakat untuk menanam tidak hanya Kelor tetapi seluruh kebutuhan masyarakat seperti pinang. “karena kebutuhan pinang di NTT sering di suplai dari Sumatra Barat. Pinang kebutuhan sehari-hari  dan itu bagian dari kehidupan budaya kita. Hampir 1 Milyar setiap hari masyarakat membelanjakan uang untuk keutuhan pinang”, katanya.

Mengenai Toleransi Umat beragama, Marius mengatakan, keterlibatan Umat Muslim juga terlihat di Flores Timur khususnya pada Samana Santa, Even yang telah menjadi Wisata Rohani. “Dan juga besok (hari ini) Senin (22/4/2019) kita akan mengikuti pawai Paskah yang dihelat oleh Badan Pengurus Pemuda GMIT di Kota Kupang. Pawai ini tidak hanya diikuti oleh seluruh umat Kristen tetapi juga umat dari agama lain ”, pungkasnya.

Setelah kegiatan di Amarasi Gubernur Viktor bergegas ke Bandara Internasional El Tari Kupang untuk terbang ke Jakarta menghadiri pertemuan dengan Presiden Jokowi besok senin 22 April 2019.