Gubernur NTT: Pembentukan DOB Amanatun Menunggu Waktu Saja

0 55

Kupang, flobamora-spot.com – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat hari ini Sabtu  (6/4) bersilaturahmi dengan  tokoh-tokoh  adat dan Tokoh agama dan  masyarakat Amanatun Kabupaten, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.  

Kedatang ratusan masyarakat TTS itu untuk memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB Amanatun) dipimpin oleh Raja Amanatun yang juga mantan Bupati TTS Daniel Banunaek.

“Pembentukan DOB Amanatun tinggal waktu saja. Yang penting seluruh masyarakat Amanatun bersatu padu dan berkomitmen penuh membangun Amanatun kalau nanti resmi menjadi Daerah Otonomi Baru”, kata Gubernur Viktor disambut applaus meriah warga Amanatun.

Karo Humas dan Protokol Setda NTT Dr. Jelamu Ardu Marius dalam live report kepada  Radio Tirilolok melaporkan, Gubernur Viktor Laiskodat menekankan perlunya persiapan yang matang menghadapi pembentukan Daerah Otonom Baru.

“ Ada beberapa DOB yg pernah diusulkan ke pemerintah pusat di zaman pemerintahan yang lalu, namun setelah dibentuk, berjalan  terseok-seok. Gubernur juga mengharapakan kerjasama yang erat antara seluruh Komponen Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan seluruh warga Amanatun”, ujar Marius mengulangi pernyataan Gubernur.

Kabupaten TTS merupakan salah satu Kabupaten yang masih terbelakang di Nusa Tenggara Timor. “Wilayah AManatun masih terbatas karena itu Gubernur Viktor mengharapkan bahwa ketika Wilayah Amanatun menjadi Daerah Otonom Baru, seluruh masyarakatnya harus siap membangun daerah itu”, tambahnya.

Dalam sesi diskusi Gubernur memberikan motivasi kepada masyarakat Amanatun yang hadir.”Membangun Kabupaten baru bukan hal yang mudah, karena itu seluruh masyarakat harus siap dan perlu ada kerjasama yang kuat di antara semua komponen”, urai Marius.

Gubernur berjanji akan melakukan pembicaraan lebih detail bersama tokoh – tokoh Amanatun dan juga Bupati Timor tengah Selatan sebelum mebawa aspirasi ini ke Pemerintah Pusat.

“Saya tidak ingin setelah menjadi Kabupaten, daerah itu macet dan tidak maju, orang-orangnya hanya berdiam diri. Provinsi  ini adalah Provinsi ketiga termiskin di Indonesia, dengan angka kemiskinan yang tinggi, 20 persen lebih. Ke depan kita harus menurunkan angka kemiskinan dan stunting. Ini kerja keras kita semua. Pembangunan  Pendidikan dan semua sector juga didorong. Ketika kita membangun NTT kita tidak lagi bergerak lambat tapi berlari”, tandasnya mengulangi ulasan Gubernur.

Gubernur Memotivasi  tidak hanya Masyarakat Amanatun tetapi seluruh masyarakat untuk memajukan seluruh potensi  termasuk potensi Pariwisata yang ada di seluruh NTT. “Kita tau NTT memiliki banyak potensi  ekonomi  Pariwisata dengan destinasi yang luar biasa baik di darat maupun di laut dan ekonomi kreativ termasuk di Kabupaten TTS. Kemudian Timor juga kita tau adalah gudang ternak sebagaimana halnya pulau Sumba. Pulau Timor sangat mungkin maju karena pulau ini dikelola oleh dua Negara, Timor Leste di bagian Timur dan Pemerintah Provinsi NTT (Indonesia) di Timor Barat”, pungkasnya.