Wayan: Lasiana Akan Jadi Pusat Even Wisata

0 88
Kadispar NTT Wayan Darmawa saat menikmati kuliner di pantai Lasiana

Kupang, flobamora-spot.com – Dinas Pariwisata bertekad jadikan Pantai Lasiana sebagai pusat even wisata. Salah satu even wisata yang akan datang adalah momentum jalan salib pada tanggal 18 April mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi NTT, Wayan Darmawa, Jumat (5/4).

“Pada tanggal 18 akan ada jalan salib. Sesuai dengan penyampaian dari panitia, akan ada lima ribu orang. Ini akan jadi suatu even wisata yang baik dan menarik,” kata Wayan.

Ia menuturkan, even tersebut adalah even yang khusus karena jalan salib itu akan menggunakan perahu-perahu rakyat. Pusat pelaksanaannya dilakukan di Pantai Lasiana.

Selain jalan salib, pada tanggal 8-9 April ini ada kunjungan pak Kepala Kejaksaan Agung sekaligus beliau bertemu dengan jajaran Kejaksaan di NTT. Setelah itu beliau jalwn-jalan ke Pantai Lasiana. Tanggal 1 Agustus – 3 Agustus mendatang, akan ada kegiatan dari perkumpulan pengusaha nasional dan internasional sekitar 2000 orang di Pantai Lasiana.

“Itu akan ada semacam lintas alam. Makanya kita dorong agar destinasi ini jadi lebih baik. Untuk sementara kita tak akan dorong melalui proyek, tetapi dengan swadaya dan CSR,” ungkapnya.

Ia berharap, saat even pada tanggal 1 Agustus tersebut, Lasiana sudah bisa menjadi pusat kuliner, sambil membangunnya menjadi pusat budaya juga.

“Akan ada even-even budaya, seperti pertunjukan musik dan pameran, sehingga Pantai Lasiana ini hidup,” tuturnya.

Menurutnya, Kota Kupang akan lebih memiliki daya saing dan daya tarik, jika Pantai Lasiana ini sudah dibenahi secara baik. Hal ini dikarenakan posisi Lasiana yang terbilang strategis dan memiliki view yang bagus, seperti keunikan sunset-nya.

“Alamnya sudah oke. Tinggal segi atraksinya, seperti budaya, ekonomi kreatif, atau kuliner, dan berbagai festival,” ungkapnya.

Menanggapi adanya ternak warga yang diberkeliaram di sekitar Pantai Lasiana, Wayqn meyakini bahwa apabila destinasi ini sudah ditata dengan baik, maka dengan sendirinya masyarakat pasti akan paham.
“Tapi kalau kita tata dengan rapi, kemudian masih kedapatan, tentu akan diberi tindakan tegas,” katanya.