Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rabies Terus Mengancam, ASF Muncul Lagi, Pemkab Kupang di Mana ?

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Rabies atau penyakit anjing gila terus mengancam Kabupaten Kupang.

 

Terhadap persoalan ini pemerintah kabupaten Kupang bekerja keras melakukan vaksin terhadap puluhan ribu anjing.

 

“Kita di kabupaten Kupang sementara ini sedang melakukan kegiatan vaksinasi. Jumlanya terakhir itu 2.572 ekor yang sudah di vaksin kalau totalnya 23.316 ekor”, terang Kabid keswan, kesmavet, pengolahan dan pemasaran, dinas Peternakan kabupaten Kupang, drh. Yosep Paulus kepada Media Senin (5/2/24).

 

“Vaksin rabies ini tinggal di Semau yang belum dilakukan”, tambah Yos.

Menurut dia, vaksin rabies didapat dari bantuan WOAH.

 

“Untuk vaksin ini kita dapat bantuan dari World Organisation for animal health (WOAH). Kita dapat bantuan 30.000 dosis, sudah terpakai 23. 316”, terang dia.

Babi korban ASF.

 

Menyinggung African Swine Fever (ASF) Yos menjelaskan, data resmi belum ada, namun sudah mulai terlapor di kecamatan Kupang Timur, Amabi Oefeto, dan Kupang Tengah.

 

“Antisipasinya kita kasi disisfektan untuk masyarakat”, ujar Yos Paulus.

 

Yos mengatakan, untuk mencegah virus ASF menyebar, peternak tidak boleh sembarang menerima tamu di kandang.

 

“Jangan menerima tamu di kandang karena tidak ada obat untuk ASF. Dan memang untuk saat ini belum ditemukan obat (vaksin-red) untuk ASF. Yang ada vaksinnya itu hoc colera”, jelas dia.

Menurut dia, setiap tahun selalu muncul virus ASF pada bulan Januari, Februari.

 

“Yang sudah terjadi itu di Maumere. Kalau kita di kabupaten Kupang baru terlapor 1 atau 2 kasus saja kalau dari gejalanya, karena untuk pemeriksaan kita keterbatasan dana.
Tapi menurut informasi mulut sudah ada yang terlapor. Masyarakat langsung kontak kita melapor jadi kita jalan secara suka rela”, terang dia.

 

“Harapannya, kegiatan vaksinasi rabies masyarakat antusias mengikuti, karena sangat penting”, ucap dia.

 

“Kalau untuk ASF, sekali lagi masyarakat tidak boleh menerima orang bertamu atau mengajak masuk ke dalam kandang. Kalo babi mati sebaiknya dikubur. Jangan dimakan, karena virusnya akan menyebar luas”, pungkasnya. (Sintus).

  • Bagikan