“Sikojek Tampan”, Dari Kabupaten Kupang

  • Bagikan
Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Amin Juariah memegang kopi di Oaem Kabupaten Kupang. Foto:Istimewa.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Namanya Sikojek Tampan. Banyak orang belum familiar bahkan belum mendengar nama ini. Jangan berpikir ini sebutan untuk seseorang. Ini merupakan sebuah program inovasi daerah yang diluncurkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang dalam mendukung revolusi 5P.

 

Sikojek Tampan merupakan akronim dari “Strategi Pengembangan Kopi, Jeruk dan Tanaman Pangan”.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Kupang Amin Juariah mengatakan, program ini hadir untuk mendukung berbagai program di dinas itu.

 

“Kopi 11. 500 anakan.
Kita sudah distribusi. Yang mendapat itu kecamatan Fatuleu Tengah. Oelbiteno yang mana kopi sekarang lagi kita dukung pengembangannya.
Ada 6 kelompok atau 4 kelompok ya. Saya lupa. Kebetulan di situ juga tahun ini mendapat dukungan Unit Pengolahan Hasil (UPH) dimana nanti ke depan hasil kopinya sudah bisa diolah di situ. Memang skala kecil ya tapi paling tidak kita sudah mulai. Siapa tau ada dukungan dari stakeholder lainnya untuk produksinya”, urai Amin Juariah di ruang kerjanya Kamis (26/10).

 

Mengenai Jeruk Amin yang didampingi Kabid Hortukultura Kris Kapitan itu menjelaskan, khusus tanaman Jeruk akan ditanam di area seluas 50 ha.

 

“Anakan jeruk 20 ribu sudah disiapkan untuk Amfoang Tengah, Amfoang Barat Daya. Amfoang Barat Laut. 5 kecamatan di sekitar Untuk dukung observatorium”, tambah dia.

 

Ditanya bagaimana kesiapan dinas menghadapi musim tanam I Oktober – Maret Ia mengatakan, persiapan sudah dilakukan dinas untuk mendukung Petani.

 

“Saat ini ada jagung Hibrida 2.000 ha. 30 ton benih. Sementara masih uji kwalitas di gudang. Jadi setelah pengadaan dari luar kita uji kwalitas.
Kita menunggu hasil uji kwalitas dari BPSP. Sudah dari 2 minggu lalu. Kemarin saya sudah telpon Pengawas Benih, untuk menanyakan bagaimana hasil uji kwalitas. Sebenarnya sudah kwalitas tapi karena baru masuk di sini ada uji kwalitas lagi”, ujar dia.

 

Menurut dia, setelah uji kwalitas layak sesuai apa yang disyaratkan, baru didistribusi.

 

“Ya menunggu. Menunggu uji kwalitasnya keluar kita distribusi mulai Oktober ini. Periode tanamnya kan Oktober – Maret. Biasanya November Desember ini sudah mulai turun hujan. Meski ramalan BMG hujan turun pada Februari. Tapi kita menunggu saja”, tambah dia.

 

“Terus kita juga kembangkan Klengkeng,2000 anakan sudah distribusi. Kita ada pengembangan kelapa untuk revolusi Perkebunannya 3.500 anakan. Ada juga bawang merah 308 ha. Padi 1.500 ha 37, 5 ton benih. Jadi kesiapan kita menghadapi musim hujan sudah maximal. Hanya memang anomali iklim ini kita juga khawatir. Pemberian bibit atau benih ini mudah-mudahan Petani kita bisa memanfaatkan dengan baik. Bisa memelihara dengan baik sehingga harapan kita dapat meningkatkan produksi bisa terjadi”, jelas Amin.

Menurut dia, seluruh bibit dan benih disalurkan kepada Petani yang tergabung dalam kelompok.

 

“Kelompok Tani yang sudah ada calon Petani calon Lokasi. Kita ada 2000 lebih kelompok tetapi tidak semua dapat to. Kalo jagung semua kecamatan dapat. Kalo padi di Sulamu, Kupang Timur, Kupang Tengah. Kita lihat potensinya juga kan. Makanya jeruk di Amfoang. Kelapa di Amarasi yang punya potensi. Yang dulu mamar su tua tua sisip”, imbau dia.

 

Ia menambahkan, Pupuk hayati cair sudah terdistribusi di 24 kecamatan kurang lebih 17 ribu liter.

“Pupuk Urea dan NPK juga sudah didistribusikan. Ini penting terkait kesiapan Pemerintah dalam mendukung revolusi pertanian maupun perkebunan. Persiapan persiapan kita sudah mantap. Tinggal tanam. Mudah-mudahan iklim kita baik”, pungkasnya. (Sintus).

  • Bagikan