Sampah Bukan Lagi Momok, Tapi Bisa Menghidupkan

  • Bagikan
Lurah Belo Robinson Lona bersama peserta pelatihan pupuk organik Sabtu (26/3/22).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Sampai hari ini, Pemerintah Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur masih terus mencari metode terbaik mengatasi masalah sampah. Karena sampah masih menjadi momok dalam kehidupan masyarakat.

 

“Kita semua mesti terlibat mengatasi masalah yang satu ini, tidak hanya pemerintah. Bahkan sebagai masyarakat Kota Kupang mesti juga berpikir bagaimana menjadi sahabat sampah yang kemudian dari sampah itu bisa hidup dan menghidupkan manusia, karena berpikir untuk mendayagunakan sampah itu sendiri sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat” demikian dikatakan Lurah Bello Robinson Lona saat membuka acara pelatihan pembuatan sampah organik di Bello, Sabtu (26/3).

 

Sementara itu, Dominggus Takene salah seorang peserta mengatakan, sangat senang bisa memgikuti pelatihan ini untuk menambah pengetahuannya sebagai petani sawah.

 

“Sangat senang karena bisa tahu mengelolah sampah menjadi pupuk organik bisa untuk tanaman pertanian. Selama ini kami masih sering gunakan pupuk organik tetapi pembagian ke kelompok tani terbatas, dengan ini bisa kami manfaatkan”, jelas Dominggus.

 

Hal yang sama juga diungkapkan Sandrio Lay peserta lain yang mengaku selama ini sebagai petani sering manfaatkan pupuk organik tetapi dilakukan secara tradisional. Tetapi hari ini bisa mendapat pengetahuan mengelolah menjadi lebih baik untuk bisa dijual.

 

“Saya besar dari keluarga petani dan peternak, jadi kami selalu memanfaatkan apa yang ada tetapi masih tradisional dan hari ini kami mendapat pengalaman baru untuk bisa meningkatkan ekonomi”, tandasnya.

 

Acara pelatihan membuat pupuk organik dari bahan sekam padi dan kotoran ternak itu disponsori oleh Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana Kupang dengan menghadirkan pematari dari rumah pupuk organik Kupang. Kegiatan berlangsung sehari di Bello. (goe)

Penulis: GoeEditor: Sintus
  • Bagikan