Tambahan kasus Tinggi, Herman Man:”Salah Satu Sebabnya Adalah Kerumunan”

  • Bagikan
Wawali dr Herman Man sedang berbicara kepada masyarakat yang antri untuk menerima vaksin di puskesmas Penfui Selasa, (13/7)

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Tingginya animo warga Kota Kupang untuk mengikuti vaksinasi mengakibatkan tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi meningkat. Beberapa waktu terakhir, terjadi penumpukan warga di sejumlah titik tertentu yang menyelenggarakan vaksinasi massal, karena warga berlomba-lomba untuk mendapatkan layanan tersebut. Salah satunya di Puskesmas Penfui. Akibat menerima informasi yang keliru tentang adanya layanan vaksinasi untuk tahap pertama, mengakibatkan warga berbondong-bondong datang ke Puskesmas Penfui sehingga menimbulkan kerumunan dan kemacetan pada jalan raya di depan puskesmas, Selasa (13/7).

 

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man akhirnya turun langsung memantau kerumunan warga yang antre untuk divaksin.

“Saat ini penambahan kasus covid 19 di Kota Kupang  mencapai 60 orang per hari. Salah satunya disebabkan oleh kerumunan warga saat hendak vaksin.  Karena itu saya minta kepada kepala puskesmas dan petugas untuk mengatur agar para penerima vaksin masuk secara bertahap mengingat areal puskesmas tidak begitu luas. Bagi warga yang hendak divaksin tahap pertama untuk sementara belum bisa dilayani karena stok vaksin di Kota Kupang sangat terbatas, menunggu kiriman stok vaksin yang baru. Saat ini puskesmas hanya melayani vaksinasi tahap kedua”, imbaunya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wawali juga menyampaikan apresiasi kepada warga Kota Kupang yang dengan kesadaran tinggi mau datang untuk divaksin. Diakuinya saat ini 99 persen vaksin yang diterima Dinas Kesehatan Kota Kupang sudah terpakai. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi di NTT untuk saat ini.

“Ada tiga manfaat yang diperoleh jika seseorang sudah divaksin. Selain untuk melindungi dirinya sendiri, dengan divaksin kita juga ikut melindungi orang lain. Manfaat lain adalah jika seseorang yang sudah divaksin terpapar covid 19, gejala yang dialaminya lebih ringan  ketimbang orang yang belum divaksin”, jelasnya.

Wawali optimis, jika 100 persen warga di wilayah pelayanan Puskesmas Penfui sudah divaksin, maka diperkirakan pada September mendatang sudah tidak ada kasus positif covid 19 lagi di wilayah tersebut.

 

Usai memantau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Penfui, Wawali sempat berkunjung ke Kantor Lurah Naimata yang direncanakan akan menjadi alternatif tempat pelaksanaan vaksinasi oleh Puskesmas Penfui, mengingat tempat di Puskesmas tidak memungkinkan untuk menampung warga dalam jumlah banyak.

Turut mendampingi Wawali dalam pemantauan tersebut, Camat Maulafa, Matheos Herry da Costa, S.Sos, M.Si, Plt. Kepala Puskesmas Penfui, dr. Stephanie, Lurah Penfui, Fransisko Dugis dan Lurah Naimata, Hendrikus Banunaek. (PKP_ans)

  • Bagikan